Home Lampung Timur Solar Subsidi Dijual Ilegal di SPBU 24.341.105 Metro Kibang Lampung Timur, Diduga Raup Untung Besar

Solar Subsidi Dijual Ilegal di SPBU 24.341.105 Metro Kibang Lampung Timur, Diduga Raup Untung Besar

52
0
SHARE
Solar  Subsidi Dijual Ilegal di SPBU 24.341.105 Metro Kibang Lampung Timur, Diduga Raup Untung Besar

METRO KIBANG, LAMPUNG TIMUR, Analisis Kritis, - Penjualan solar subsidi secara ilegal diduga marak terjadi di SPBU 24.341.105 yang berlokasi di wilayah Metro Kibang, Kabupaten Lampung Timur. Praktik ini diduga telah berlangsung cukup lama dan menghasilkan keuntungan luar biasa bagi para oknum yang terlibat, sementara masyarakat yang benar-benar membutuhkan kesulitan mendapatkan pasokan BBM bersubsidi.

Awak media Analisis Kritis mendapatkan informasi bahwa Pengawas SPBU diduga sengaja mengatur dan mengkondisikan kendaraan tertentu agar dapat bolak-balik mengisi bahan bakar jenis solar di lokasi tersebut. Harga jual solar di luar ketentuan resmi pun diduga langsung ditetapkan oleh Pengawas SPBU yang bekerja sama erat dengan petugas keamanan di tempat itu.

Kedua pihak diduga saling berbagi keuntungan dari praktik penyaluran solar subsidi yang dialihkan kepada para pelangsir, bukan dijual kepada konsumen yang berhak. Akibat pengaturan ini, antrean warga yang membutuhkan terabaikan, sementara kendaraan pelanggan khusus yang sudah berkoordinasi diprioritaskan kapan saja.

Masyarakat sekitar menuntut agar pihak Pertamina Patra Niaga, Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), serta Dittipiter Polda Lampung segera turun ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh.

Warga meminta aparat berwenang memeriksa rekaman CCTV SPBU, mencatat dan menelusuri identitas serta pergerakan kendaraan pelangsir yang berulang kali mengambil pasokan, serta menindak tegas seluruh oknum yang terbukti terlibat dalam pengalihan BBM bersubsidi ini.

“Kami berharap masih ada penegak hukum yang jujur dan berani membongkar jaringan ini. Solar subsidi adalah hak rakyat, bukan ladang keuntungan segelintir orang,” tegas salah satu warga yang enggan disebutkan namanya. Rabu (9/9/2026)
(Gerry)